
Meniti Asa Dalam Kebenaran Abadi
Di bawah langit waktu yang terus berlalu,
Kami berdiri menatap fajar yang merona.
Ada jalan terjal membentang di hadapan,
Namun keyakinan takkan pernah goyah di dalam dada.
Kebenaran adalah batu karang yang kokoh,
Tempat berpijak di tengah badai dunia yang garang.
Ia takkan runtuh oleh angin pancaroba,
Ia tetap tegak, meski dunia kehilangan arah terang.
Namun, karang takkan indah tanpa lumut yang menghijau,
Begitu pula jiwa yang hanya kaku tanpa rasa.
Di atas fondasi kebenaran yang tak tergoyahkan,
Kasih bertunas, merambat lembut menebar kuasa.
Teguh berpijak, namun tangan terbuka merangkul sesama,
Belajar mengampuni, belajar mengerti arti peduli.
Sebab kebenaran tanpa kasih hanyalah gema hampa,
Dan kasih tanpa kebenaran mudah hanyut tersapu duri.
Wahai jiwa yang haus akan damai sejati,
Mari melangkah, merajut asa dalam titian suci.
Teguh dalam kebenaran, bertumbuh dalam kasih abadi,
Hingga semesta berpadu dalam pelukan cinta Illahi.






