
Similar Posts

Jejak Sang Baja – Puisi Nathan Cahya Ramadan
Jejak Sang Baja Karya: Nathan Cahya Ramadan Jeritan nafas yang berhembus Aku menoleh pada jejak yang berliku-liku Dalam pikiran yang gersang Dan serentak…

17 TAHUN MENGABDI Puisi: Fita Hadi Iswarti, S.Pd.
17 TAHUN MENGABDIKarya: Fita Hadi Iswarti, S.Pd. Terlintas dalam benak ketika terdengar di telinga angka 17 tahun masaSebuah angka kematangan saat titik…

Palestina Al-Quds – Puisi Andry Listiani
Palestina Al-Quds Karya: Andry Listiani Oh… Tanah para utusan Tuhan Kini terluka penuh darah Terkoyak-koyak, hancur lebur Oleh hantaman brutal buldozer…

Guru Tua – Puisi Puspa Setianingtyas, S.Pd.
Guru Tua Karya: Puspa Setianingtyas, S.Pd. kisah tentang seorang tua. seorang cendekia dengan keriput di jemari tangannya. keriputnya senada motor butut…

Selisik Netra Senja – Puisi Norma Santi
Selisik Netra Senja Karya: Norma Santi netraku menelusuk melihat netranya hanya sebentar, tidak dapat berlama-lama simpulku, begitukah kehidupan senja?…

Peluk Aku – Puisi Resti Astuti
Peluk AkuKarya: Resti Astuti Ribuan bahkan jutaan hinaanBak terpaan badai dahsyatKu dengar amat menyakitkanTerban hati ini tersayat Kesakitan yang abadi…




