
Similar Posts

Puisi Surat Cinta Untuk Palestina : “Gaza, Namamu Sebait Doa”
Dari tanah damai aku mengirim kata, lewat angin yang menembus langit luka, untukmu, Gaza, yang tabah menjaga bara, di tengah reruntuhan dan gema meriam…

Secercah Mimpi dari Palestina – Puisi Raden Saett (Said Kosim)
Seorang anak terbaring lemas Pada sepetak ruang terbatas Berisi puluhan manusia Ratusan tangis Serta ribuan harapan Menyaksikan ibu dan sekelilingnya…

Alam Pun Tahu – Puisi Muhammad Haikal Noviandri
Alam Pun Tahu Karya: Muhammad Haikal Noviandri Detik kian detik Tonggak telah merapuh Menggugurkan para daun hijau Dengan kupu-kupu palsu Terbang tinggi…

Menjadi Ki Hajar Masa Kini – Puisi Hasanah Maulina Fergustiani, S.Pd.
Menjadi Ki Hajar Masa Kini Karya: Hasanah Maulina Fergustiani, S.Pd. Bertanya pada diri Ini panggilan hati atau hanya sekedar profesi Katanya pahlawan…

Antara Peluh dan Senyum Mereka
Antara Peluh dan Senyum Mereka Oleh : Marnawati Sebelum matahari benar-benar tinggi, peluh sudah menetes di pelipis pagi. Kubawa kapur, buku, dan sabar yang panjang, melangkah ke kelas dengan hati yang lapang. Ada lelah yang kusimpan di balik senyum, tugas menumpuk, waktu terasa kian mengukur. Namun begitu kudengar salam dari bangku depan, penat itu luruh…

Puisi Cupu Manik Astagina, Jaya Lenglengan, dan Jabang Tutuka
ByHaerudinCupu Manik AstaginaKarya: Haerudin, S.Pd. Karena cupu itu mereka berubahwujud menjadi wanaraHati mereka diselimuti dengan ketamakanMereka gelap hati dan…





