Aku berdiri di tengah ruang yang luas. Di sekelilingku, banyak pintu terbuka lebar berjejer melingkar, seolah mengundang untuk masuk.
Satu ke kiri, satu ke kanan, semuanya terbuka sama lebar. Mataku beralih dari satu ke yang lain, bingung mana yang harus kumasuki? Semua tampak terang, semua tampak menjanjikan.
Namun mataku berhenti. Tertuju pada satu pintu yang berbeda. Warnanya putih bersih, dan di baliknya, kabut putih lembut berkilau pelan seolah ada cahaya yang bersinar dari dalam.
Kakinya tidak melangkah. Hatinya tahu: ini arahnya. Tapi aku hanya berdiri, menunduk, belum berani melangkah masuk.
Kakinya tidak melangkah. Hatinya tahu: ini arahnya. Tapi aku hanya berdiri, menunduk, belum berani melangkah masuk.
Pintu lain juga terbuka. Tapi pandanganku selalu kembali ke pintu putih itu. Sejak pertama kali melihatnya, aku tahu di sanalah jalanku. Di sanalah tempatku ditunggu.
Ada yang berkata: Mengapa diam saja? Masuklah.
Aku menjawab pelan: Aku belum siap… aku takut.
Suara itu lembut menjawab:
Pintu ini tidak akan tertutup. Ia terbuka bukan karena kau cepat, tapi karena kau ditakdirkan ke sini. Masuklah saat hatimu sudah tenang ia menunggumu, tidak akan pergi.
Aku masih berdiri di sana. Tapi aku tahu satu hal: pintu itu tahu namaku. Dan suatu hari, aku akan melangkah masuk bukan dengan terburu-buru, tapi dengan keyakinan penuh.
Karena pintu yang dibuka dari atas, tidak akan pernah tertutup oleh keraguan. 🤍🙏
Halo... Aku hanyalah seseorang yang menemukan rumah di antara halaman-halaman buku.Yang merasakan dunia lebih dalam lewat kata-kata. yang percaya: setiap tulisan adalah jiwa yang berbicara kepada jiwa yang lain.Selamat datang di ruang kecilku tempat kata-kata bernapas, bermakna, dan hidup. 📖🤍
Bunda Lika dengan Segala TakdirnyaKarya: Lihali Maratus Solihah “Bagaimana, Bu… tahun ini aku jadi melanjutkan kuliah kan?” “Uang dari mana Lika? Kredit…
Resolusi 2023 menjadi Cerita 2024Karya: Aprilia Dwi Jayanti Aku Sajiwa atau biasa dipanggil Wawa. Aku mulai melamun karena memikirkan ajakan seseorang…
Kisah Keberanian Merajut Cita-Cita Demi Menggapai AsaKarya: Maria Febi Vivian Winanda Rambu Embusan napas teratur khas orang yang sedang tidur terlelap…
Kisahku Menjadi Guru di Tahun 2023Karya: Agung Maulana Di kota kecil yang damai, tahun 2023, ketika krisis global masih meresapi setiap aspek kehidupan…