
YANG TAK PERNAH TERTULIS DI PAPAN TULIS
Sebelas tahun
Aku meniti jalan membawa ilmu
Melewati jalan yang tak selalu sedia untuk ditempuh
Hujan mengubahnya menjadi lumpur
Matahari menjadikannya bara
Debu menempel seperti kenangan
Tetapi kakiku terus melangkah
Jarak adalah sungai,
setiap hari ku seberangi tanpa perahu
Rundu adalah ombak,
tak pernah berhenti memukul dada
Pagi ku berikan kepada murid
Siang ku berikan kepada perjalanan
Sore kuberikan kepada lelah
Malam ku berikan kepada harapan
Bukan karena kapur yang habis di papan tulis
Bukan karena suara yang serak menjelaskan
Tapi, karena ada kisah yang belum selesai
Biarlah jalan menghapus jejakku
Biarlah debu melupakan wajahku
Biarlah papan tulis kembali putih
Asal ada harapan tepian teduh
Sebab guru tak selalu meninggalkan nama
Kadang, ia hanya meninggalkan seberkas cahaya






