
Hujan, Malam Minggu, dan Ujian Senin
Di sudut kamar yang tenang dan sunyi,
Dipeluk dingin malam Minggu yang basah,
Suara gemercik hujan jatuh menepi,
Tak sedikit pun memadamkan gelisah.
Ketika dunia luar asyik beristirahat,
Menikmati malam tanpa beban pikiran,
Pena di jemari menari begitu cepat,
Membuka lembaran penuh harapan.
Buku-buku terbuka di atas meja,
Lampu remang menjadi saksi setia,
Senin esok Ujian menanti di muka,
Bukan alasan untuk menyerah atau bermanja.
Setiap baris rumus dan untaian kata,
Diserap perlahan di tengah rasa kantuk,
Dinginnya malam tak membuat gentar jiwa,
Sebab tekad bulat tak akan pernah remuk.
Hujan di luar membisikkan doa,
Menyiram lelah menjadi tenaga,
Perjuangan malam ini takkan sia-sia,
Demi mengukir cita di masa depan yang megah.






