



Seorang Guru dan Kepala Sekolah Jurusan Bahasa Seni dan Sastra Indonesia Universitas Pakuan Bogor
Lihat profil lengkap →
Kemarau menaruh debu di setiap kata Di antara kerongkongan dan langit yang kosong guru tetap bersuara, serak — menanam kelak di tanah retak yang tinggal di setiap kepala Hari masih memanjang tanpa hujan sebuah kata harus menjadi akar meski musim mengeringkan nama-nama daun Bertahan, hingga akhirnya dahan-dahan teduh. Tumbuh berbunga, berbuah dan…
Dewasa Karya: Mutia Malika Ramadhani Hai dewasa… Aku sudah merasakan bagaimana menjadi dirimu Ternyata, menjadi dirimu itu lelah. Aku harus mengerti…

Motivasi Diri Sendiri Karya: Dini Asyifa Sari Diriku… Kita tidak boleh menyerah Sampai kapan pun masanya Wahai diriku Tidak boleh putus asa Walau…

Untukmu, yang mengajar dari hati… Dari tanah Parahyangan nan sejuk bersahaja, Early melangkah jauh, menyeberangi samudra. Meninggalkan Jawa Barat yang…

Semoga Tahun Ini menjadi Lebih BaikKarya: Ninik Widyawati Dua ribu dua puluh tiga.Tahun dimana tujuanku belum tercapai semuanya.Tapi aku bersyukur…

Jangan Kau Lucuti Karya: RR. Faradila Pavestri Sukmawati Hati ku sepih dihuni harapan yang tak pasti Jika berharap aku takut terjatuh, ke dasar bumi Dan…