Kita yang Pernah Menjadi Senja

Kita pernah menjadi senja—
datang perlahan di ujung hari,
membawa warna yang tak pernah sama,
namun selalu ingin dikenang.

Aku menyimpan tawamu
di antara halaman-halaman waktu,
sementara namamu
diam-diam tumbuh
menjadi doa yang tak pernah selesai.

Kita tidak benar-benar hilang,
hanya memilih jalan berbeda.
Kau menjadi cerita
yang sesekali datang bersama hujan,
dan aku menjadi seseorang
yang belajar tersenyum
meski tak lagi menggenggam tanganmu.

Jika kelak kita bertemu,
semoga tidak ada lagi luka
yang harus kita sembunyikan.

Cukup saling menatap,
lalu mengerti—
pernah ada cinta
yang begitu indah
meski akhirnya
tidak menjadi rumah.

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan