Antara Peluh dan Senyum Mereka

Antara Peluh dan Senyum Mereka
Oleh : Marnawati
Sebelum matahari benar-benar tinggi,
peluh sudah menetes di pelipis pagi.
Kubawa kapur, buku, dan sabar yang panjang,
melangkah ke kelas dengan hati yang lapang.

Ada lelah yang kusimpan di balik senyum,
tugas menumpuk, waktu terasa kian mengukur.
Namun begitu kudengar salam dari bangku depan,
penat itu luruh perlahan-lahan.

Mereka datang dengan beragam cerita,
ada yang riang, ada yang menyimpan luka.
Kupelajari membaca mata yang tak bersuara,
sebab kadang perhatian lebih berharga dari kata.

Pernah kuteteskan air mata dalam diam,
saat usaha terasa tak berbuah hasil.
Tetapi satu kemajuan kecil dari mereka
menjadi pelita yang menyala kembali.

Di ruang guru kutemukan sandaran,
rekan-rekan dengan watak yang berlainan.
Kami saling menguatkan dalam suka dan duka,
sebab mendidik adalah perjuangan bersama.

Kini kupahami makna dari semua ini:
peluh adalah doa yang tak pernah sia-sia.
Dan senyum mereka, anak-anak yang kudidik,
adalah upah terindah sepanjang hidupku sebagai guru

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan