SIMFONI HENING DARI RERUNTUHAN
Di atas tanah yang retak dan kering
Ribuan jiwa bersitatap dengan takdir
Tak ada senyum
Hanya tangis dan darah yang berceceran di sela-sela sunyi
Langkah-langkah pincang berganti arah
Ku pandangi perempuan renta
Hijab lusuh menutupi rambutnya
yang tinggal harapan
Anak-anak memungut serpihan mainan
Seolah memungut sisa-sisa kehidupan
Suara-suara menggema tanpa jeda
Bersahutan antara meriam dan tangisan
Mereka berpelukan di jalan tanpa bentuk
berlindung di rumah tanpa atap
Aku
Berlindung di balik puing yang tak bernama
Menggenggam bendera kecil penuh debu
Di sinilah kami
Saudara tanpa darah
Berjuang bersama demi yang tersisa dari kebenaran
Mereka mengambil hak kami
Mereka mengambil nyawa kami
Mereka merenggut jiwa-jiwa tak berdosa
Dalam cengkeraman kekuasaan yang buta
Hewan-hewan kehilangan kaki dan mata
Anak-anak kehilangan pangkuan ibunya
Kami kehilangan segalanya
tapi tidak keberanian
Dan ketika tubuhku perlahan melebur
Dalam cahaya bintang dan bulan
Kutinggalkan mereka yang kucinta
kembali pada mereka yang kurindu
Kutitip salam
Melalui celah kecil di dinding reruntuhan
Untuk mereka yang masih bertahan di sana
Aku telah sampai
Di tempat tanpa tembakan dan tangisan
Hanya keheningan
Dan harapan yang tak lagi sembunyi

Tinggalkan Balasan