Kamu yang duduk di bangku kayu itu,
Yang kadang diam, kadang gaduh.
Tahukah kamu jika setiap tatapanmu kutunggu?
Karena di matamu, masa depan itu tumbuh.
Kamu boleh jatuh dalam urusan nilai,
Tapi jangan jatuh pada ragu yang berkelai.
Karena aku di sini, tak hanya menilai,
Aku membimbing, tidak sekadar mengajar tanpa damai.
Langkahmu mungkin belum sempurna,
Tapi percayalah, arahmu bisa kamu bentuk bersama.
Buku yang kamu baca hari ini,
Bisa jadi gerbang mimpimu suatu hari nanti.
Muridku, ingatlah satu pesan ini,
Tak apa gagal sesekali, asal tak menyerah sepenuh hati.
Kita bertemu tak melulu di kelas,
Karena aku percaya di luar sana kamu laksana emas.

Tinggalkan Balasan