bukan dari pujian, bukan dari pandangan siapa pun. Ia menyala saat aku diam, bernyanyi saat aku hanya melihat ke dalam.
Itu bukan bintang yang turun dari langit, bukan hadiah yang dibawa orang lain. Itu aku
yang Tuhan buat indah, sejak awal waktu.
Tanda-tandanya lembut, tak selalu terlihat mata: ketika aku tenang walau dunia berisik, ketika aku tetap lembut walau pernah terluka, ketika aku bahagia tanpa perlu alasan.
Orang tak selalu tahu namanya,
tapi mereka merasakannya
ketika berdiri di dekatku, hati mereka tenang. Itu bukan keajaiban yang datang pergi. Itu cahayaku.
Yang selalu ada. Yang tak bisa diambil siapa pun. Yang murni.
Yang seutuhnya milikku.
Keindahan jiwaku bukanlah apa yang orang lihat di luar,
melainkan cahaya yang tak pernah padam dari dalam.
Halo... Aku hanyalah seseorang yang menemukan rumah di antara halaman-halaman buku.Yang merasakan dunia lebih dalam lewat kata-kata. yang percaya: setiap tulisan adalah jiwa yang berbicara kepada jiwa yang lain.Selamat datang di ruang kecilku tempat kata-kata bernapas, bermakna, dan hidup. 📖🤍
setapak demi setapak berjalan terbungkuk perlahan menuju tempat duduk dari rumah sederhana khalayak gubuk tubuhnya tua jiwanya muda tidak tergerus zaman…
Doa Untuk PalestinaKarya: Rasya Raditya Di suatu tanah yang suciYang selalu disebut tanah para NabiYaitu adalah sebuah NegeriYang bernama Palestina yang…
Fragmen Waktu Karya: Zetira Regi Tilafa, S.Pd. Pukul tujuh berdenting Menjalar ke dinding hari Senin Ia selisipan dengan pejalan Lalu bertaruh peluh siapa…