
Cerita Pendek : Aku Sedang Bahagia
Belajar Mengenali Rasa Bahagia dan Berbagi Kebaikan
Pagi itu, Raka datang ke sekolah dengan wajah yang sangat ceria.
“Miss! Miss! Hari ini Raka bisa memakai sepatu sendiri!” katanya sambil menunjukkan sepatunya.
“Masyaallah, hebat sekali Raka! Kamu sudah berusaha sendiri, ya?” jawab Miss dengan tersenyum.
Raka mengangguk dengan bangga.
Saat kegiatan bermain dimulai, Miss mengajak anak-anak menyusun balok bersama.
Raka berhasil membuat sebuah rumah yang tinggi.
“Miss, lihat! Ini rumah besar buatan Raka!”
“Wah, bagus sekali! Bagaimana perasaan Raka sekarang?”
“Raka senang sekali, Miss!”
Miss tersenyum.
“Alhamdulillah. Senang rasanya ketika kita berhasil melakukan sesuatu setelah berusaha.”
Tidak lama kemudian, Raka melihat temannya yang sedang duduk sendiri.
“Kenapa kamu tidak bermain?” tanya Raka.
“Aku belum bisa membuat rumah seperti Raka,” jawab temannya dengan wajah sedih.
Raka kemudian mengulurkan beberapa balok.
“Yuk, kita buat bersama. Nanti aku bantu!”
Mereka pun mulai menyusun balok bersama-sama.
Miss memperhatikan dari kejauhan dan tersenyum melihat Raka berbagi kebahagiaannya.
“Raka, ternyata berbagi dengan teman juga bisa membuat kita bahagia, ya?” kata Miss.
Raka menjawab, “Iya, Miss! Kalau bermain bersama, lebih menyenangkan!”
Sebelum pulang, Miss mengajak anak-anak duduk melingkar.
“Hari ini siapa yang merasa bahagia?”
Semua anak mengangkat tangan.
“Miss, aku bahagia karena bermain bersama teman!”
“Aku bahagia karena bisa merapikan mainan!”
“Aku bahagia karena bisa memakai sepatu sendiri!”
Miss tersenyum mendengar cerita mereka.
Hari itu anak-anak belajar bahwa bahagia tidak selalu berasal dari hadiah atau mainan baru.
Bahagia juga bisa datang dari usaha kecil, keberhasilan sederhana, kebersamaan, dan kesempatan membantu orang lain.





