
Cerita Pendek: Aku Sedang Takut
Belajar Mengenal Rasa Takut dan Membangun Keberanian
Cerita ketiga dalam seri Belajar Mengenal Emosi dan Mengendalikan Diri, dengan tokoh Raka dan Miss.
Pagi itu, anak-anak PGTK sedang mengikuti kegiatan bermain di kelas. Miss mengajak anak-anak membuat karya dari kertas warna-warni.
Tiba-tiba, terdengar suara petir dari luar kelas.
“Duuuaaarrr!”
Raka langsung terkejut. Ia menutup telinganya dan berlari mendekati Miss.
“Miss, Raka takut. Suaranya keras sekali,” katanya sambil memegang tangan Miss.
Miss tersenyum lembut dan berjongkok di samping Raka.
“Raka terkejut mendengar suara petir, ya? Tidak apa-apa, Sayang. Kadang-kadang kita memang merasa takut ketika mendengar suara yang keras.”
Raka mengangguk pelan.
Miss kemudian mengajak Raka duduk di tempat yang nyaman.
“Miss ada di sini. Yuk, kita tarik napas perlahan bersama-sama.”
Raka mengikuti Miss menarik napas dan mengeluarkannya perlahan.
Beberapa saat kemudian, Raka mulai merasa lebih tenang.
“Miss, apakah petir itu berbahaya?”
Miss menjawab dengan bahasa sederhana.
“Petir adalah bagian dari cuaca. Saat hujan disertai petir, kita tetap berada di dalam ruangan yang aman dan tidak bermain di luar.”
Raka mulai memahami penjelasan Miss.
Tidak lama kemudian, temannya datang membawa sebuah buku bergambar tentang hujan.
“Raka, yuk, kita lihat buku ini bersama!”
Raka tersenyum dan mulai membuka halaman demi halaman.
“Wah, ternyata ada gambar pelangi juga!”
Miss ikut tersenyum melihat Raka mulai berani kembali mengikuti kegiatan.
Sebelum pulang, Miss mengajak anak-anak berbincang.
“Anak-anak, apakah kita boleh merasa takut?”
“Boleh, Miss!” jawab mereka.
“Betul. Kalau merasa takut, kita boleh bercerita kepada orang yang kita percaya, meminta bantuan, dan mencari tempat yang aman.”
Hari itu Raka belajar bahwa menjadi berani bukan berarti tidak pernah merasa takut.
Menjadi berani adalah belajar menghadapi rasa takut secara perlahan dengan bantuan orang-orang yang menyayangi kita.






