
Cerita Pendek : Aku Sedang Marah
Belajar Mengenal Emosi dan Mengendalikan Diri Pagi itu, suasana kelas PGTK Anak Ceria terlihat menyenangkan. Anak-anak sedang bermain balok warna-warni bersama teman-temannya. Ada seorang anak bernama Raka. Ia sedang asyik menyusun balok menjadi sebuah menara yang tinggi.
Tiba-tiba, teman Raka mengambil satu balok yang ingin digunakannya
“Jangan! Itu punyaku!” teriak Raka.
Raka mulai menangis keras. Ia melempar balok ke lantai, menghentakkan kaki, dan tidak mau mendengarkan Miss.
Miss kemudian mendekat dengan tenang.
“Raka, Miss tahu kamu sedang marah karena balok yang ingin kamu gunakan diambil teman, ya?”
Raka masih menangis.
Miss tidak memarahinya. Miss duduk di dekat Raka dan berkata dengan lembut,
“Tidak apa-apa merasa marah, Nak. Tetapi kita tidak boleh melempar barang atau menyakiti teman.”
Miss memberikan waktu kepada Raka untuk menenangkan dirinya.
“Kalau Raka sudah siap, kita bisa bicara bersama.”
Beberapa saat kemudian, tangisan Raka mulai mereda.
Miss mengajak Raka menarik napas perlahan.
“Yuk, kita tarik napas. Satu, dua, tiga. Lalu keluarkan pelan-pelan.”
Raka mulai merasa lebih nyaman.
“Raka tadi marah karena ingin menggunakan balok itu?” tanya Miss.
Raka mengangguk.
“Kalau begitu, lain kali Raka bisa mengatakan, ‘Aku masih mau bermain. Boleh aku menggunakan balok setelah kamu selesai?’”
Raka tersenyum kecil.
Kemudian Miss mengajak Raka dan temannya menyusun balok bersama.
“Wah, ternyata kalau bermain bersama, bangunannya bisa lebih besar!” kata Raka dengan gembira.
Miss tersenyum melihat mereka kembali bermain.
Hari itu Raka belajar satu hal penting. Marah adalah perasaan yang boleh dirasakan, tetapi kita perlu belajar menyampaikannya dengan cara yang baik.
Sebelum pulang, Miss berkata kepada anak-anak,
“Anak-anak, kita boleh merasa sedih, kecewa, atau marah. Semua perasaan itu boleh hadir. Tetapi kita harus belajar menjaga diri sendiri dan menyayangi orang lain.”
Anak-anak pun mengangguk.
Sejak hari itu, Raka mulai belajar mengenali perasaannya. Walaupun terkadang masih menangis ketika kecewa, ia perlahan belajar meminta bantuan dan mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata.
Karena belajar mengelola emosi juga merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak. 💛






