Resep yang Tak Pernah Kau Tulis

Tuan,
sampai detik ini,
aku masih sibuk menerka,
tentang cara menjadi perempuan yang kau damba.

Apakah harus jelita,
seperti perempuan yang mencuri pandangmu,
apakah rambutku harus jatuh,
selurus helaian sutra,
apakah harus menjelma,
menjadi sosok dengan lekuk yang menggoda.

Katakanlah,
agar hatimu tak sekadar singgah,
melainkan memilihku sebagai rumah,
tempat untukmu menetap.

Tuan,
betapa lelahnya aku meramu diri,
menjadi perempuan yang kau mau,
menakar kurang dan lebihku,
meragukan segala yang semula kucintai,
dari diriku sendiri.

Malang, 14 Oktober 2026
Oleh : Eeng Nana Luthfiana

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan