TERBANG MENGGAPAI ANGAN MERAIH MIMPI WUJUDKAN KURIKULUM MERDEKA

Saya adalah seorang guru yang kini mengajar di UPTD SDN 104 Abbanuangnge tepatnya berada di Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo. Sekolah ini terletak sekitar 10 Km dari pusat kota Sengkang. Wanita kelahiran lampajo, 23 Februari 1985 ini adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, buah kasih pasangan dari Ayahanda “MAPPIARE” dan Ibunda “ BERLIANG”. Penulis pertama kali menempuh pendidikan tepat di umur 7 tahun di Sekolah Dasar Negeri 342 Lampajo tahun 1990 dan selesai tahun 1997, dan pada tahun yang sama penulis melajutkan di Sekolah Menengah  Pertama di SLTP Negeri  4 Sengkang dan selesai di tahun 2000, dan pada tahun yang sama kembali penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas di SMU Negeri 3 Sengkang dengan mengambil jurusan IPA dan selesai di tahun 2003. Pada tahun 2005 penulis terdaftar di salah satu perguruan tinggi swasta jurusan Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak Islam (PGTKI) di STAI As’adiyah Sengkang selesai di tahun 2007. Kembali penulis melanjutkan kuliah di perguruan tinggi yang sama di tahun 2010 dengan jurusan Pendidikan Agama Islam dan Alhamdulillah selesai tahun 2012. Mulai meniti karier menjadi guru di tahun 2004 di sebuah sekolah TK Dharmawanita Ujungpero selama 10 tahun dan di tahun 2015 menjadi guru PAI & BP dan 2021 terangkat menjadi ASN PPPK di SDN 104 Abbanuange Kec.Pammana Keb. Wajo yang menjadi instansinya selama mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP).
Adapun m
otivasi mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) angkatan 1 Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan adalah ingin menambah ilmu pengetahuan dan ingin menjadi agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila dalam mendorong tumbuh kembang murid secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid. Informasi adanya pendaftaran program ini saya dapatkan di media sosial melalui grup Whatsaap dimana informasi ini di bagikan oleh Bapak pengawas Alm. Drs. Hermanto. Awalnya saya ragu karena pendaftaran harus melalui portal “SIM PKB”, dimana sebagai Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) kami hanya menggunakan aplikasi “SIAGA” untuk pemutahiran data. Namun karena kegigihan dan semangat akhirnya saya menemukan akun dan password untuk bisa login di portal SIM PKB melalui bantuan Ketua KKG PAI kec.Pammana yaitu Bapak Fahmi, S.Pd.I,. M.Pd.I, sempat ragu untuk melanjutkan pendaftaran mengingat durasi pendidikan yang cukup panjang namun karena niat dan keinginan yang kuat Alhamdulillah bisa bergabung di PPGP Angatan I Kabupaten Wajo.
Selama mengikuti seleksi program pendidikan guru penggerak proses yang paling berat yang saya rasakan adalah pada saat penulisan Essay. Dimana soal untuk angkatan I (satu) berjumlah 19 nomor dan adapun jawabannya harus menggunakan 50 – 500 kata per pertanyaan. Di essay inilah yang membuat saya berfikir  sehingga saya diharuskan untuk meramu dan merangkai kata-kata sehingga saya bisa mencapai target yang telah di tentukan. Pengisian Essay saya lakukan tepat di jam 02.00 AM di saat jaringan stabil dengan durasi waktu pengerjaan 2,5 jam. Begitupun dengan proses wawancara dimana setelah wawancara saya harus berangkat ke Makassar untuk mengikuti tes seleski Kompetensi Bidang (SKB) pada pendaftaran CPNS 2020.  Awalnya saya tidak yakin akan lulus di program PPGP namun Alhamdulillah terbantu dengan adanya saya pernah menjadi pemateri di KKG gugus “SIPAKAENRE” mengenai pengaplikasian Google Form. Dengan durasi wawancara selama 2,5 jam membuat saya semakin bersemangat mengutarakan pengalaman-pengalaman saya selama mengajar. Di sesi wawancara inilah merupakan pengalaman yang sangat menarik, dimana saya jadi terharu bisa mengikuti seleksi CGP sampai ditahap wawancara, yang akhirnya jadi curhat ke Tim Asessor. Dan tentunya saat sesi wawancara saya banyak merefleksikan  pengalaman – pengalaman saya selama menjadi guru dan Alhamdulillah di saat pengumuman kelulusan nama saya berada diantara nama Calon Guru Penggerak Angkatan I di Kabupaten Wajo yang berjumlah 46 guru yang terdiri dari bebagai jenjang SD, SMP dan SMU.  Setelah dinyatakan lulus, ini merupakan awal mula saya harus berkenalan degan yang namanya Learning Management System (LMS), dimana saya mendapatkan materi-materi pembelajaran berupa video, lembar penugasan, dimana penugasannya menggunakan infografis,puisi, Mindmap, powtoon, poster disertai dengan video conference meeting yang menggunakan suatu platform yang telah disediakan oleh Program Pendidikan Guru Penggerak. Di program guru penggerak inilah dibutuhkan skill dan kemampuan seorang CGP dalam penggunaan IT / berbagai aplikasi.
Dengan mengikuti Pendidikan Guru Penggerak saya memiliki jaringan yang lebih luas lagi yakni jaringan persahabatan / kekeluargaan yang disatukan dari berbagai latar belakang yang berbeda saling berbagi dan berkolaborasi dalam mencapai satu tujuan yaitu mewujudkan profil Pelajar Pancasila yang dikenal dimensi profil lulusan dalam upaya mewujudkan KURIKULUM MERDEKA.
Selama mengikuti Program Guru Penggerak ini kami diperkenalkan dengan instruktur, seorang Fasilitator yang sangat baik dan bijaksana ibu Dr. Endang Asriyanti Amin Sikki, M.Hum. PPGP, dan pendamping ibu Ernawati Umar, S.Pd., M.Pd. dimana kami tidak saling mengenal hanya melalui video conference (vicon) dan akhirnya dipertemukan dalam Lokakarya 1(pertama) beliau baik, ramah, yang selalu telaten membimbing, mengunjungi CGP setiap bulannya dan menjadi teman berbagi dalam melakukan praktik baik. Begitupun dengan teman sesama CGP saling berkolaborasi dan berbagi dalam melakukan praktik baik d sekolah demi kemajuan pendidikan melalui berbagai program yang berdampak bagi murid. Adalah partner belajar saya Hj.Hartinah, Henny Sustiari, Rusdianto.L, dan Andi Munawir menjadi teman kolompok dan para CGP lainnya dari kelompok lain sudah  menjadi bagian dalam kisah cerita perjalanan saya selama mengikuti program guru penggerak ini. Mereka bukan hanya rekan berbagi dan berkolaborasi mereka adalah keluarga baru saya, dari mereka saya belajar ilmu dan pengalaman bagaimana menumbuhkan minat dan melaksanakan program sekolah yang baik yang berdampak bagi murid. Dalam kolaborasi kelompok Dampak positif yang saya dapatkan yakni saya harus merendahkan ego, merendahkan individualisme karena kami bersama-sama ingin bergerak dan menjadi satu tim yang harus solid / kompak dan harus bekerja sama dalam mencapai satu tujuan dalam mewujudkan Merdeka Belajar. Cukup mengesankan selama mengikuti program ini, banyak hal menarik dan tantangan yang saya dapatkan. Bahkan untuk meyelesaikan setiap tugas yang terkadang deadline, kami harus vicon sampai larut malam dengan teman kelompok sesama wanita. Apalagi menyangkut video terkadang di sekolah dianggap orang gila ketika harus berbicara sendiri pdahal mengafalkan skrip demi mendapatkan video yang baik.
Harapan saya, semoga Programa Guru Penggerak ini lebih menyeluruh dan lebih merata ke pelosok-pelosok negeri yang ada di Indonesia untuk menjadi agen transformasi pendidikan dan program ini berkelanjutan. Selanjutnya semoga dengan program ini, menjadi batu loncatan buat kami para guru HONORER untuk diangkat menjadi ASN, meskipun saya sudah mengantongi NIP PPPK saya tetap berharap agar di angkat menjadi ASN, tidak sebagai ASN yang memiliki perjanjian kerja (kontrak) guna lebih memaksimalkan pelaksanaan program yang kami dapatkan di PPGP.  Dan kini, Perjalanan panjang selama 9 bulan lamanya  sudah berada di garis finish. Awalnya 9 bulan adalah waktu yang cukup lama, namun seiring berjalannya waktu pendidikan ini pun telah selesai. Bangga bisa menjadi bagian dalam program ini, mendapatkan ilmu, teman berbagi dan berkolaborasi. Dengan berakhirnya Pendidikan Guru Penggerak,Perjuangan kami para guru penggerak tidak sampai di sini, ini merupakan awal kami untuk terus Tergerak,,, bergerak,,,dan menggerakkan komunitas yang ada di sekolah dan lingkup daerah kami. Bukan hanya itu,  tugas kami adalah memerdekakan murid dengan memberikan pembelajaran yg bermakna tentunya berpihak padanya dengan memberikan pembelajaran sesuai filosofi KH Dewantara yang mencerminkan profil pelajar pancasila guna mewujudkan Merdeka Belajar.
Sebagai penutup, Berkat petunjuk dari Allah SWT, usaha yang di sertai dengan doa dari kedua orangtua dalam menjalani aktivitas di PPGP (Pendidikan Program Guru Penggerak) sebagai CGP (Calon Guru Penggerak) dengan durasi waktu yang cukup panjang selama 9 bulan , Alhamdulillah saya mampu melewati segala suka duka dalam menyelesaikan segala bentuk tugas melalui LMS (Learning Management System) dan lokakarya, konfrensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak. Semoga dengan pengalaman selama mengikuti PPGP penulis dapat belajar dan berbagi sehingga bermanfaat bagi orang banyak utamanya dalam dunia pendidikan.
sebagai tagline bahwa “Teruslah raih mimpimu dengan banyak belajar, belajar dengan siapa saja, yang baik akan memberimu manfaat dan sebaliknya yang buruk akan memberimu pembelajaran dan pengalaman.” Semoga dengan selesainya program ini, saya bisa memberikan yang terbaik untuk murid dan ekositem di Kabupaten Wajo terutama di Kecamatan Pammana tempat saya mengabdi. Janganlah berjuang untuk menjadi orang yang sukses, tapi berjuanglah untuk menajdi orang yang bermanfaat.

Bagikan tulisan ini

Similar Posts

Tinggalkan Balasan